Blogroll

Baeti's Blog

10 Fakta Unik Dan Menarik Tentang Islam

17.52 |


1. Nama “Muhammad” adalah nama yang paling populer di seluruh dunia, dan menempati urutan nomor dua di negara inggris untuk nama bayi laki-laki ( urutan pertama ditempati oleh nama ‘Jack’ )
2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropa yang 90% penduduknya beragama Islam
3. Kata-kata berikut ini diserap dari bahasa Arab : Algebra, Zero, Cotton, Sofa, Rice, Candy, Safron, Balcony, bahkan ‘Alcohol’ juga berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang mempunyai arti bubuk
4. Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an menggambarkan pentingnya persamaan hakantara pria dan wanita ( secara perhitungan matematik ). Kata “Pria” dan “Wanita” di dalam Al-Qur’an sama-sama berjumlah 24
5. Tidak ada apa-apa di dalam Ka’bah
6. Islam merupakan agama yang pertumbuhannya paling cepat di dunia menurut banyak sumber, diperkirakan akan menjadi agama nomor 1 pada tahun 2030
7. Umat Hindu percaya bahwa di dalam Ka’Bah ada salah satu dari Tuhan mereka yang bernama “Shiva Lingam”
8. Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji hanya sekali dalam hidupnya
9. Jikalau sekarang Al-Qur’an dihancurkan, maka versi arab dari Al-Qur’an akan segera di-recover oleh jutaan muslim, yang disebut Huffaz yang telah menghafalkan kata-kata di dalam Al-Qur’an dari mulai awal sampai dengan akhir ayat.
10. Nama original dari kota suci Madinah adalah “YATHRIB”
Read More

Tutorial Hijab segi empat

17.34 |

Berikut saya tampilkan beberapa foto tutorial hijab segi empat. Hilbab segi empat ini sangat simple tapi kita bisa variasikan dengan beberapa gaya :D
semoga bermanfaat :D

















Read More

Sherina-Andai Aku Besar Nanti

17.06 |

Lagu ini adalah lagu yang bikin Saya nangis dan buatku termotivasi :')


Andai Aku Besar Nanti
Andai aku t'lah dewasa
Apa yang 'kan kukatakan
Untukmu idolaku tersayang
Ayah... Oh...
Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu
Oh... Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s'lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku
Andai aku t'lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s'lalu kucinta
Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu
Oh... Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s'lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku
Andai aku t'lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s'lalu kucinta
I love you, Ayah... I love you, Bunda...
Read More

Al-Qur'an

16.41 |


Di dalam Al-Qur'an Allah menantang manusia | adakah yang lebih baik pengetahuannya dari Dia ?

Read More

Apakah ada kehidupan selain di planet bumi ?

16.29 |


Kita ketahui sampai detik ini bahwa kehidupan manusia berada di planet bumi, sedangkan masih ada planet-planet lain yang berada di dalam susunan tata surya bima sakti. Kenapa di planet-planet lain tidak ada kehidupan? Apa gunanya Allah menciptakan planet-planet lain selain bumi bagi kehidupan manusia? Apakah hanya sebagai penghias jagad raya ini saja, atau ada tujuan lain lagi atas penciptaannya. Sampai hari ini itulah batas pengetahuan manusia.

Untuk mengetahui rahasia terciptanya alam semesta ini sebaiknya mari kita lihat dan observasi Al-Qur’an sebagai Maha Ilmu Kehidupan ini. Allah swt. selalu mengaitkan antara langit dan bumi dalam beberapa ayatnya. Ini menandakan adanya hubungan yang saling terkait erat antara keduanya sebagai sarana tempat kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Sejauh ini pengetahuan manusia tentang langit adalah ruang hampa udara yang tak terbatas luasnya, tak berujung pangkal. Sampai hari ini manusia belum mampu sepenuhnya menembus langit dan membuka tabir segala misteri yang menyelubunginya dengan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Sedangkan pengetahuan tentang bumi, sudah banyak manusia menaklukkannya, mengeksplorasi serta mengeksploitasinya untuk hajat kehidupan manusia, sehingga bumi yang bulat tidak tersekat lagi oleh jarak antara belahan bumi selatan dengan belahan bumi utara. Bumi bagaikan kampung kecil dalam tata surya kita. Sehingga wajar jika manusia ingin menjelajah planet-planet lain untuk hajat kehidupannya, karena memang manusia mempunyai jiwa adventure ingin menjelajahi dan mengembara dimanapun yang belum diketahuinya.

Di dalam Al-Qur’an kata langit disebut sebanyak 300 kali. Sedangkan bumi disebut sebanyak 461 kata. Hanya ada 161 perbedaan jumlah ayat antara langit dan bumi dalam Al-Qur’an, ini menandakan bahwa bumi menempatkan posisi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa manusia pertama diciptakan Allah swt. dari suatu saripati (berasal) dari tanah (Q.S. Al-Mukminuun/23 : 12). Maka wajarlah jika manusia sangat cinta kepada tanah airnya, karena manusia sangat terikat dengan bumi. Bumi adalah pabrik besar pendaur ulang bagi kehidupan manusia, karena dari bumi/tanahlah manusia berasal, lalu dikembalikan lagi ke bumi (wafat) dan akan dibangkitkan lagi dari bumi pada kali yang lain (Q.S.Thaahaa/20:55).

Bumi terdiri dari daratan dan lautan yang komposisinya lebih besar lautan dari daratannya yaitu 75% dari permukaan bumi, berarti manusia hidup dikelilingi oleh air sebagai sumber kehidupannya. Tanpa air manusia tidak dapat hidup. Lalu dari mana asalnya air? Dan siapa yang menurunkannya? Air berasal dari langit yang merupakan hasil kondensasi/penguapan air laut, lalu terjadi proses alam maka turunlah air hujan dari langit yang berguna untuk menumbuhkan berbagai jenis tumbuhan dan pepohonan yang kemudian air tersimpan di dalamnya. Lalu siapakah yang menurunkannya? Dialah Allah swt. Yang Maha Pencipta alam semesta ini, karena Dialah sumber segala kehidupan di alam ini (Q.S. Thaahaa/20 : 53 dan Q.S. Al-Mukminuun/23:18). Jadi ada beberapa anasir penting yang dapat membuat manusia itu dapat hidup di bumi, diantaranya adalah air (H2O), oksigen (O2), lapisan atmosfer, gaya gravitasi dan cahaya matahari. Unsur-unsur inilah yang menjadi syarat bagi kelangsungan hidup manusia di bumi.?

Lalu kalau kita bertanya adakah kehidupan di planet lain? Ataukah ada planet lain yang bisa dihuni oleh manusia dan keturunannya.
Sepanjang pengetahuan manusia sampai detik ini belum diketemukan kehidupan di planet lain selain bumi. Dan sepanjang sejarah peradaban manusia belum ada planet yang didiami manusia selain di bumi. Tapi yang namanya manusia tak pernah puas dengan apa yang sudah didapatkannya, ia terus melakukan eksplorasi melalang tata surya dengan iptek yang dimilikinya, terus menjelajah yang bisa dijelajah, terus mengadakan observasi dan eksperimen-eksperimen tanpa kenal lelah dan putus asa untuk mendapatkan pengetahuan akan kepastian ada atau tidaknya kehidupan di luar planet bumi. Karena sebagian manusia sudah bosan hidup di bumi , ia ingin mencari, menjelajah dan mendiami planet selain bumi untuk dihuni. Sehingga apapun akan dikorbankan, baik itu berupa harta maupun jiwa untuk mendapatkan sesuatu yang dicarinya dan dicita-citakannya yaitu mengungkap rahasia alam semesta ini. Sudah banyak misi yang dilakukan oleh negara-negara maju seperti AS, Rusia, Eropa, Jepang dan Cina untuk menjelajah dan mempelajari benda-benda di luar angkasa sana. Sejauh ini ada yang berhasil dan ada juga yang mengalami kegagalan.

Allah swt. sebagai Sang Khaliq memberikan kebebasan sebebas bebasnya kepada manusia untuk menembus, melintasi serta menjelajahi seantero/penjuru langit dan bumi atau alam semesta ini sekemampuan yang dimiliki oleh manusia,



sebagaimana tersurat dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahmaan : 33,artinya : “Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”.

Mendengar, melihat dan memahami apa yang terdapat dalam ayat tersebut di atas, maka di situlah jaminan dan harapan bagi manusia yang Allah swt. informasikan kepada manusia, bahwa di luar planet bumi ada secercah harapan kemungkinan kehidupan di planet lain, asalkan manusia terus berkesinambungan tanpa putus asa untuk mempelajari, mengolah dan melakukan eksperimen-eksperimen untuk menciptakan suasana kehidupan seperti di planet bumi.


sumber:http://muktihadid.wordpress.com/2007...i-planet-bumi/

Read More

Two butterflies and a frog

17.51 |

Two butterflies and a frog

Once upon a time, there were two butterflies, Teri and Roni.They are friends. Teri and Roni had the same crown.One day, Kodi a frog saw Teri and Roni quarreling "You took it" said Roni "No. I did not!" said Teri.
"Hey, what's the matter?" asked Kodi.                                            
"Teri stole my crown!" said Roni.
"No. I didn't" said Teri.
"Yesterday, I still had my crown when she came to visit me" said Roni.
"today I cannot find the crown! Look! she is wearing it!" Roni shouted.
"My mom gave me this crown: Teri explained.
Kodi suggested they all go to Roni's house.
"Where did you put it?" said Kodi to Roni.
"I put it on the table" Roni answered.
they didn't find the crown.
"May be, it fell down." Kodi looked under the table.Nothing was there.
"It was my favorite crown!" Roni sobbed
"I didn't steal yours, but if you like it so much, you can have mine." Teri gave Roni the crown.
"It's here!" Kodi saw the crown behind the curtain.
Roni stopped crying."Thank God, Kodi found it!"
"Sorry Teri, I accused you. I'm a terrible friend.
"It's OK," said Teri."Let's say thanks to Kodi!"

Dua kupu-kupu dan katak
Sekali waktu , ada dua kupu-kupu , Teri dan Roni.They adalah temannya. Teri dan Roni memiliki hari crown.Suatu hari , Kodi katak melihat Teri dan Roni bertengkar " Kau mengambilnya " kata Roni " Tidak, aku tidak! " kata Teri .
" Hei , ada apa ? " tanya Kodi .
" Teri mencuri mahkota saya! " kata Roni .
" Tidak, aku tidak " kata Teri .
" Kemarin, saya masih memiliki mahkota saya ketika dia datang untuk mengunjungi saya " kata Roni .
" hari ini aku tidak bisa menemukan mahkota ! Lihatlah ! dia memakainya ! " Teriak Roni .
" Ibuku memberiku mahkota ini : Teri menjelaskan .
Kodi menyarankan mereka semua pergi ke rumah Roni .
"Di mana Anda menaruhnya ? " kata Kodi Roni .
" Aku menaruhnya di atas meja " jawab Roni .
mereka tidak menemukan mahkota .
" Mungkin , itu jatuh . " Kodi melihat di bawah table.Nothing ada di sana .
" Itu adalah mahkota favorit saya ! " Roni terisak
" Aku tidak mencuri milik Anda, tetapi jika Anda suka begitu banyak , Anda dapat memiliki tambang. " Teri memberi Roni mahkota .
" Ada di sini ! " Kodi melihat mahkota di balik tirai .
Roni berhenti menangis . " Terima kasih Tuhan , Kodi menemukannya! "
" Maaf Teri , saya menuduh Anda . Aku teman mengerikan.

" Tidak apa-apa , " kata Teri . " Mari kita mengucapkan terima kasih kepada Kodi ! "
Read More

Geografi kelas X ( Pelapukan )

08.18 |

Proses Pelapukan

Pelapukan adalah peristiwa penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimia, maupun secara biologis. Proses pelapukan batuan mem-butuhkan waktu yang sangat lama. Semua proses pelapukan umumnya dipengaruhi oleh cuaca. Batuan yang telah mengalami proses pelapukan akan berubah menjadi tanah.
Ada empat macam faktor yang memengaruhi terjadinya pelapukan batuan, yaitu sebagai berikut.
a)      Keadaan Struktur Batuan
Struktur batuan adalah sifat fisik dan kimia yang dimiliki oleh batuan. Sifat fisik batuan, seperti warna batuan, sedangkan sifat kimia batuan adalah unsur-unsur kimia yang terkandung dalam batuan tersebut. Kedua sifat inilah yang menyebabkan perbedaan daya tahan batuan terhadap pelapukan. Batuan yang mudah lapuk contohnya batu lempeng (batuan sedimen) dan batuan yang sukar lapuk contohnya batuan beku.
b)      Keadaan Topografi
Topografi muka bumi turut memengaruhi terjadinya proses pelapukan batuan. Batuan yang berada pada lereng yang curam cenderung akan mudah melapuk jika dibandingkan dengan batuan yang berada di tempat yang landai. Pada lereng yang curam, batuan akan dengan sangat mudah terkikis atau akan mudah terlapukkan karena langsung bersentuhan dengan cuaca sekitar. Namun, pada lereng yang landai atau rata, batuan akan terselimuti oleh berbagai endapan sehingga akan memperlambat proses pelapukan dari batuan tersebut.
c)      Cuaca dan Iklim
Unsur cuaca dan iklim yang memengaruhi proses pelapukan adalah suhu udara, curah hujan, sinar matahari, atau angin. Pada daerah yang memiliki iklim lembap dan panas, batuan akan cepat mengalami proses pelapukan  jika dibandingkan dengan daerah yang memiliki iklim dingin. Pergantian temperatur antara siang yang panas dan malam yang dingin akan semakin mempercepat pelapukan.
d)      Keadaan Vegetasi
Vegetasi atau tumbuh-tumbuhan juga akan memengaruhi proses pelapukan. Akar-akar tumbuhan tersebut dapat menembus celah-celah batuan. Jika akar tersebut semakinmembesar, ke kuatannya akan semakin besar pula dalam menerobos bebatuan. Selain itu, serasah dedaunan yang gugur juga akan membantu mempercepat proses pelapukan batuan. Serasah batuan tersebut mengandung zat asam arang dan zat humus yang dapat merusak kekuatan batuan.
Menurut prosesnya, pelapukan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu pelapukan mekanis, pelapukan kimia, dan pelapukan organis.
a)      Pelapukan Mekanis
Pelapukan mekanis ialah pelapukan yang bersifat merombak batuan secara mekanik, tanpa mengubah sifat batuannya. Pelapukan ini dapat terjadi karena perbedaan suhu siang malam dan beku celah.



1)      Perbedaan Suhu Siang dan Malam
Pada siang hari batuan mengalami pemuaian. Pada malam hari, suhu turun sangat rendah menyebabkan batuan menyusut dengan cepat. Hal ini akan mengakibatkan batuan retak-retak dan akhirnya hancur berkeping-keping. Gejala seperti ini terdapat di daerah gurun.
2)      Perubahan Volume Pada Celah-celah Batuan
Menurut Wardiyatmoko dan  Bintarto , celah-celah batuan di daerah sedang atau daerah sekitar kutub dapat kemasukan air pada musim panas. Pada musim dingin atau malam hari, air pada celah batuan menjadi es. Karena menjadi es, volumnya bertambah besar sehingga batuan akan pecah akibat terdesak oleh es yang ada di dalam celah batuan tersebut. Peristiwa ini dapat pula terjadi di daerah-daerah pegunungan tinggi.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan pelapukan mekanik, yaitu sebagai berikut.
(1)                            Perbedaan temperatur, akibatnya batuan akan mengalami proses pemuaian apabila panas dan sekaligus pengerutan pada waktu dingin. Jika proses ini terus berlangsung maka lambat laun batuan akan mengelupas, terbelah, dan pecah menjadi bongkah-bongkah  yang  kecil.
(2)                            Akibat erosi di daerah pegunungan dan akibat membekunya air di sela-sela batuan. Air yang membeku di sela-sela batuan volumenya akan membesar, sehingga air tersebut akan menjadi sebuah tenaga tekanan yang merusak struktur dari suatu batuan.
(3)                            Pengaruh kegiatan makhluk hidup, seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan. Akar tumbuhan akan merusak struktur batuan, begitu juga dengan hewan yang selalu membawa butir-butir batuan dari dalam tanah ke permukaan. Selain hewan dan tumbuh-tumbuhan, manusia juga memberikan andil dalam terjadinya pelapukan mekanis (fisik). Dengan pengetahuan dan teknologinya, batuan sebesar kapal dapat dihancurkan dalam sekejap dengan menggunakan dinamit.

(4)                            Berubahnya air garam menjadi kristal. Jika terjadi pada air tanah yang mengandung garam, pada siang hari airnya menguap dan garam akan mengkristal. Kristal garam ini tajam sekali dan dapat merusak batuan yang tersebar di sekitarnya, terutama batuan karang yang terdapat di daerah pantai.
b)      Pelapukan Kimia
Pelapukan kimia adalah pelapukan yang terjadi akibat peristiwa kimia. Misalnya air hujan yang mengandung CO2 dan oksigen, memiliki tenaga melarutkan yang besar. Bentuk-bentuk seperti  ponor, dolina, uvala, jama, lokva, sungai bawah tanah,  stalaktit, stalakmit, dan tiang kapur merupakan hasil pelapukan kimia di daerah karst. Gejala pelarutan akan lebih cepat jika air tersebut mengenai batuan kapur atau karst. Bentuk-bentuk itu disebut  gejala-gejala karst.
1)    Ponor adalah lubang masuknya aliran air ke dalam tanah berupa masuknya air sungai ke dalam tanah di daerah kapur.
2)   Dolina adalah lubang di permukaan tanah kapur, yang bentuknya seperti corong, piring, dan sumur. Dolina ini terbentuk oleh air yang meresap ke dalam melalui rekah-rekah sehingga melarutkan kapur yang dilaluinya.
3)      Uvalaadalah beberapa dolina yang menjadi satu, merupakan dolina besar.
4)      Jama adalah dolina yang dinding-dindingnya tegak lurus.
5)      Lokva adalah danau di daerah karst, terjadi karena dasar dan dinding dolina tertutup oleh lapisan baru yang kedap sehingga air hujan yang jatuh akan terkumpul di dalamnya.
6)   Sungai bawah tanah adalah aliran air yang terdapat di dalam tanah yang terjadi karena sungai biasa mengalir melalui daerah kapur. Aliran air tersebut meresap ke dalam celah-celah kapur dan akhirnya berkumpul serta mengalir kembali ke dalam tanah di daerah kapur.
7)      Stalaktit adalah endapan kapur yang menggantung pada langit-langit gua.
8)      Stalakmit adalah endapan kapur yang terdapat di dasar gua. Jika stalaktit dan stalakmit dapat menyatu maka akan menjadi tiang kapur.
Terdapat empat proses yang termasuk pada pelapukan kimia, yaitu sebagai berikut.
1)      Hidrasi , yaitu proses pembentukan batuan dengan cara mengikat batuan di atas permukaannya saja.
2)      Hidrolisa, yaitu proses penguraian air (H2O) atas unsur-unsurnya menjadi ion-ion positif dan negatif. Jenis proses pelapukan ini terkait dengan pembentukan tanah liat.
3)     Oksidasi, yaitu proses pengkaratan besi. Batuan yang mengalami proses oksidasi umumnya akan memiliki warna kecokelatan karena kandungan besi dalam batuan mengalami pengkaratan. Proses pengkaratan ini ber langsung sangat lama, tetapi batuan akan mengalami pelapukan.
4)         Karbonasi , yaitu proses pelapukan batuan oleh karbondioksida (CO2). Gas ini terkandung pada air hujan ketika masih menjadi uap air. Jenis batuan yang mudah mengalami karbonasi  adalah  jenis batuan kapur. Reaksi antara CO2 dan batuan kapur akan menyebabkan batuan menjadi rusak. Pelapukan ini berlangsung dengan bantuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO2 (zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CaCO2). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menim bulkan gejala karst. Proses pelapukan batuan secara kimiawi di daerah karst disebut  kartifikasi . Gejala atau bentuk-bentuk alam yang terjadi di daerah karst , di antaranya  dolina (danau karst), gua dan sungai bawah tanah, serta stalaktit dan stalagmit.

Daerah karst terbentuk karena adanya proses karbonasi yaitu pelapukan batuan secara kimiawi.

c)      Pelapukan Organis

Pelapukan organis adalah pelapukan yang disebabkan proses organis. Misalnya akar tumbuhan dapat menembus batuan karena akar mengeluarkan zat yang dapat melarutkan batuan. Binatang-binatang membuat sarang dengan melubangi batuan hingga hancur. Untuk bahan bangunan rumah maka manusia memecah batuan. Pelapukan batuan juga dapat disebabkan oleh daun yang membusuk di atas batuan.
Read More

Sejarah Uang Dan Bank Sentral

02.33 |

Video ini adalah mengenai sejarah uang dan bank sentral versi kartun
Dijamin mudah dipahami :)


Read More

Geografi kelas X ( Gempa Bumi )

14.38 |

GEMPA BUMI
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang disebabkan kekuatan dari dalam bumi secara merambat dan tiba-tiba.
Klasifikasi gempa bumi.
Berdasarkan peristiwa yang menyebabkannya, gempa bumi digolongkan menjadi lima jenis.
a)      Gempa Tektonik : disebabkan oleh gerakan tektonik berupa retakan atau patahan. Merupakan gempa terkuat dan meliputi areal yang luas (KL).
b)      Gempa Vulkanik : disebabkan oleh letusan gunung api. Gempa ini kurang kuat jika dibandingkan dengan gempa tektonik dan hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut.
c)      Gempa Runtuhan ( terban ) : disebabkan oleh runtuhnya atap gua yang terdapat di dalam litosfer, seperti gua dapur dan terowongan tambang.
d)      Gempa Bumi tumbukan : disebabkan oleh tumbukan meteor/asteroid yang jatuh ke bumi.
e)      Gempa Bumi Buatan : disebabkan oleh aktivitas dari manusia. seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Berdasarkan letak episentrumnya.
a)      Gempa Laut, jika episentrumnya terletak di dasar laut.
b)      Gempa Daratan, jika episentrumnya terletak di darat.
Berdasarkan bentuk episentrumnya
a)      Gempa sentral: episentrumnya berbentuk titik.
b)      Gempa linear: episentrumnya berbentuk garis.

Berdasarkan kedalaman hiposentrumnya, ada tiga jenis gempa, yaitu :
a)      Gempa bumi dalam: kedalaman hiposenter lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi.
b)      Gempa bumi menengah: kedalaman hiposenter berada antara 60-300 km di bawah permukaan bumi.
c)      Gempa bumi dangkal: kedalaman hiposenter kurang dari 60 km.

Berdasarkan Intensitasnya
a)      Makroseisme merupakan gempa yang intensitasnya besar yang dapat diketahui tanpa menggunakan alat (seismograf).

b)      Mikroseisme merupakan gempa yang intensitasnya kecil  yang dapat diketahui dengan menggunakan alat (seismograf).
 Gambar Seismograf

Beberapa Istilah yang berhubungan dengan gempa bumi :
a)      Hiposentrum , yaitu titik pusat terjadinya gempa yang terletak di lapisan bumi bagian dalam.
b)      Episentrum, yaitu titik pusat gempa bumi yang terletak di permukaan bumi, tegak lurus dengan hiposentrum.
c)      Fokus, yaitu jarak antara hiposentrum dan episentrum.
d)      Isoseista , yaitu garis pada peta yang menghubungkan daerah-daerah yang mengalami intensitas getaran gempa yang sama besarnya.
e)      Pleistoseista, yaitu garis pada peta yang menunjukkan daerah yang  paling kuat menerima goncangan gempa. Daerah tersebut terletak di sekitar episentrum.
f)       Homoseista , yaitu garis pada peta yang menghubungkan daerah yang menerima getaran gempa yang pertama pada waktu yang bersamaan.



Analisis tsunami di Jepang

Tanggal
14:46:23, 11 Maret 2011 (UTC+9)
Lama:
5 menit [1]
Kekuatan
9,0  MW[2][3]
Kedalaman:
244 km (152 mil)
Episentrum:
Jenis:
Negara yang terkena
Jepang (utama)
Berbagai negara (tsunami)
Kerugian:
Banjir, tanah longsor, kebakaran, kerusakan bangunan dan infrastruktur, bencana nuklir
Tsunami:
Ya lebih dari 10 meter
Tanah longsor:
Ya
Gempa susulan:
1235 (63 di atas 6,0 MW)
Korban:
15.269 tewas, 5.363 luka dan 8.526 hilang[4]
Tsunami di Jepang merupakan gempa bumi menengah, Jumat, 11 Maret 2011. Gempa super dahsyat mengguncang jepang. Pada awalnya di beritakan kekuatan gempa sebesar 8.8 SR, namun pada harihttp://cdncache1-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.pngminggu, 13 maret, Badan Meteorologi Jepang merevisi kekuatan gempa yang terjadi pada Jumat, 11 Maret menjadi 9,0 skala richter, bukan 8,8 skala richter seperti yang sebelumnya diumumkan.
Gempa ini merupakan salah satu gempa terbesar kelima di dunia sejak tahun 1900, dan tercatat sebagai gempa terbesar sepanjang sejarah yang pernah terjadi di negara tersebut. Sepanjang catatan kegempaan di Jepang, belum pernah terjadi gempa kuat yang langsung disusul tsunami tersebut. Menurut USGS (US Geological Survey) gempa terjadi pada pukul 14:46 waktu setempat, dan berbeda dengan pemerintah jepang, USGS melaporkan kekuatan gempa sebesar 8,9 SR.
Badan meteorologi jepang juga mengatakan zona gempa sepanjang 500 kilo meter dan lebarnya 200 kilo meter. Getarannya berlangsung lebih dari 5 menit.
Gempa dahsyat ini menimbulkan gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai 10 meter. Menghantam pantai, kapal, gedung, rumah, berbagai bangunan, pabrik bahkan pesawat dalam sekejap. Dikabarkan pula banyak  korban yang meninggal, namun kepastian jumlahnya masih terus ditelusuri.

Analisis tsunami di Aceh
Gempa bumi dahsyat terjadi di Samudra Hindia, lepas pantai Aceh. Gempa menyebabkan gelombang tsunami yang menewaskan sedikitnya 250.000 jiwa di belasan negara di Asia dan Afrika. Bencana nasional, seluruh surat kabar membuka dompet kemanusiaan.
Pada tanggal 26 Desember 2004, terjadi gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh.
Gempa terjadi pada waktu 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° EKoordinat: 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, ikhtisar lokasi gempa Intensitas Seismografis Densitas Peta GoogleSumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.
Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.
penerapan aplikasi penggunaan 5WH + 1H dalam mengkaji bencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam, yaitu sebagai berikut.
1.      (What) Apa yang terjadi?
Bencana alam tsunami.
2.      (Where) Di mana terjadi bencana tersebut?
Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sebagian Provinsi Sumatra Utara bagian barat.
3.      (When) Kapan terjadi bencana tsunami tersebut?
Pada Minggu pagi, sekitar pukul 08.40 WIB, 26 Desember 2004.
4.      (Why) Mengapa terjadi bencana tersebut?
Bencana tersebut terjadi karena  pergerakan ( dislokasi  dan  deformasi) lempeng tektonik Samudra Hindia-Australia yang bergesekan dengan lempeng tektonik Benua Eurasia (bagian Sumatra). Terjadi gempa bumi ber kekuatan 9,2 skala richter di dasar laut Samudra Hindia. Akibatnya, air laut yang berada di atasnya terpengaruh dan menjadi gelombang besar (tsunami). Gelombang menyapu kota serta desa-desa yang berada di sepanjang pantai barat Aceh dan sekitarnya.
5.      (Who) Siapa yang menyebabkannya?
Tenaga yang berasal dari dalam bumi (tenaga endogen) dan luar bumi (tenaga eksogen) yang mengakibatkan terjadinya gempa bumi berupa gelombang tsunami.
6.      (How ) Bagaimana cara menanggulanginya?
Daerah sepanjang pantai barat Pulau Sumatra merupakan daerah yang berpotensi sering terjadi gempa bumi dan tsunami. Oleh karena itu, cara penanggulangan bencana tersebut antara lain sebagai berikut.
a)      Pembuatan undang-undang untuk tidak mendirikan bangunan permanen apalagi berbentuk kota besar di sepanjang daerah jalur gempa dan tsunami yang tertuang dalam undang-undang perencanaan wilayah.
b)      Memberikan penyuluhan ( public education) kepada penduduk tentang kondisi geologis daerah yang berpotensi akan terjadinya gempa bumi dan tsunami. Sehingga setiap individu  selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi yang disertai gelombang tsunami.
c)      Pengembangan sistem pemantauan terhadap gempa bumi dan tsunami.
d)      Pengembangan sistem peringatan dini di daerah rawan gempa bumi dan tsunami.
WARNING ! Pada setiap terjadi gempa bumi pasti dicari letak episentrumnya karena untuk mengetahui letak/posisi pusat terjadinya gempa tersebut.
Cara menentukan letak episentrum :
a)      Dengan menggunakan tiga tempat yang terletak pada satu homoseista. Homoseista adalah garis yang menghubungkan tempat-tempat di permkaan bumi yang mencatat getaran gempa pertama pada waktu yang sama. Jika kota A, B dan C mencatat getaran gempa pertama pada jam 10.31.56. berarti ketiga tempat itu terletak pada homoseista. Untuk mencari episentrumnya hubungkan PQ dengan sebuah garis, demikian juga QR, kemudian buatlah garis sumbu kedua garis itu, maka titik potong kedua garis sumbu itulah tempat episentrum yang dicari.
a)      Dengan menggunakan hasil pencatatan 3 seismograf, orang dapat menentukan letak episentrum gempa. Seismograf yang digunakan yaitu seismograf vertikal, seismograf horisontal (dipasang barat timur), dan seismograf horisontal (dipasang utara selatan).
b)      Dengan menggunakan tiga tempat yang mencatat episentrum.
Mitigasi dapat dilakukan dengan tiga tahapan yaitu : sebelum terjadi, ketika berlangsung dan setelah terjadi gempa bumi.
1. Sebelum terjadi gempa
Beberapa hal yang dapat kita lakukan agar selalu siaga adalah:
·         Dirikanlah bangunan (kantor, rumah dsb) sesuai dengan kaidah2 yang baku. Diskusikan lah dengan para ahli agar bangunan anda tahan gempa. Jangan membangun dengan asal-asalan apalagi tanpa perhitungan
·         Kenalilah lokasi bangunan tempat anda tinggal atau bekerja, apakah tidak berada pada patahan gempa atau tempat lain seperti rawan longsor dsb.
·         Tempatkan perabotan pada tempat yang proporsional. Jika anda punya lemari, ada baiknya dipakukan ke dinding, agar tidak roboh dan ikut menindih ketika terjadi gempa. Jika ada perabotan yang digantung, periksalah secara rutin keamananya.
·         Siagakanlah peralatan seperti senter, kotak P3K, makanan instan dsb. Sediakan juga Radio, karena pada saat gempa alat komunikasi dan informasi lain seperti Telpon, HP, Televisi, Internet akan terganggu. Radio yang hanya menggunakan baterai akan sangat berguna disaat bencana.
·         Selalu periksa penggunaaan Listrik dan gas, matikan jika tidak digunakan.
·         Catatlah telepon-telepon penting seperti Pemadam kebakaran, Rumah sakit dll.
·         Kenalilah jalur evakuasi. Beberapa daerah di Indonesia, khususnya daerah rawan Tsunami, saat ini telah membangun jalur evakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Seperti di daerah saya, Kota Painan, Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat telah dibangun jalurnya.
·         Ikutilah Kegiatan simulasi mitigasi bencana gempa yang sudah mulai dilakukan oleh beberapa daerah seperti Kota Padang, Sumatera Barat. Hal ini sudah biasa dilakukan oleh masyarakat Jepang. Sehingga mereka tidak canggung lagi ketika terjadi bencana. Dengan mengikuti kegiatan ini, kita akan terbiasa dengan bentuk2 peringatan dini yang disediakan pemerintah daerah, seperti sirine pertanda Tsunami, Sirine Banjir dsb.
2. Ketika berlangsung gempa
·         Yang pertama sekali adalah DON’T BE PANIC, kuasai diri anda bahwa anda dapat lepas dari bencana tersebut.
·         Menghindar dari bangunan, pohon, tiang listrik dsb yang berkemungkinan roboh menimpa kita. Jika anda berada dalam gedung, berusahalah untuk lari keluar. Jika tidak memungkinkan berlindunglah di bawah meja yang kuat, tempat tidur. Atau berlindunglah di pojok bangunan, karena lebih kuat tertopang.
·         Perhatikan tempat anda berdiri, karena gempa yang besar akan memungkinkan terjadinya rengkahan tanah.
·         Jika anda sedang berkendara, matikan kendaraan anda dan turunlah. Jika anda sedang berada di pantai, maka berlarilah menjauhi pantai tersebut. jika anda sedang berada di daerah pegunungan, maka perhatikan disekitar anda apakah ada kemungkinan longsor.
3. Setelah terjadi gempa
·         Jika anda masih berada dalam gedung, maka yu keluar dengan tertib, jangan gunakan Lift, gunakanlah tangga.
·         Periksa sekeliling anda, apakah ada kerusakan, baik itu listrik padam, kebocoran gas, dinding retak dsbnya. Periksa juga apakah ada yang terluka. Jika ya, lakukanlah pertolongan pertama.
·         Hindari bangunan yang kelihatannya hampir roboh atau berpotensi untuk roboh
·         Carilah informasi tentang gempa tersebut, gunakanlah radio tadi.
Apakah gempa bumi mempunyai manfaat ? jawabannya ya, gempa bumi mempunyai manfaat. Tanpa adanya gempa bumi atau aktivitas lempeng tektonik, maka nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan di atas tanah akan terkikis dari benua, dan terkumpul di samudera. Setelah beberapa waktu tanpa gempa bumi, kehidupan akan semakin sulit di daratan, meski kehidupan di lautan masih berjalan secara normal. Dengan adanya gempa bumi, maka nutrisi dan mineral-mineral lain yang tekandung di samudera bisa di daur ulang ke permukaan benua.



PERSEBARAN GEMPA DI INDONESIA

Indonesia merupakan daerah pertemuan lempeng (daerah subduction) sehingga daerah yang dekat dengan zona subduction tersebut rawan gempa, daerah- daerah tersebut antara lain adalah:

•  Sepanjang pantai barat sumatera dan pant

•  Pantai selatan jawa

•  Daerah sebelah barat Pulau Sumatera dan sebelah selatan Pulau Jawa

•  Daerah kepulauan Nusa Tenggara dan Pulau Bali

•  Pulau Sulawesi dan Maluku

•  Irian bagian utara
PEMBAGIAN DAERAH AKTIFITAS GEMPA BUMI BERDASARKAN SEJARAH KEGEMPAAN (SEASEE, VOL.5, 1985) : 

 - Daerah sangat aktif. Magnitude lebih dari 8 mungkin terjadi di daerah ini. 
    Yaitu   di Halmahera dan pantai utara Irian.

 - Daerah aktif. Magnitude 8 mungkin terjadi dan magnitude 7 sering terjadi.
    Yaitu di lepas pantai barat Sumatra, pantai selatan Jawa, Nusa Tenggara dan 
    Banda.

- Daerah lipatan dan retakan. Magnitude kurang dari 7 mungkin terjadi. Yaitu di 
   pantai barat Sumatra, kepulauan Suna dan Sulawesi tengah.

- Daerah lipatan dengan atau tanpa retakan. Magnitude kurang dari tujuh bisa 
   terjadi.Yaitu di Sumatra, Jawa bagian utara dan Kalimatan bagian timur.

- Daerah gempa kecil. Magnitude kurang dari 5 jarang terjadi. Yaitu di daerah 
   pantai timur Sumatra dan Kalimantan tengah.

- Daerah stabil, tak ada catatan sejarah gempa. Yaitu daerah pantai selatan Irian 
   dan Kalimantan bagian barat.
TSUNAMI
Tsunami adalah gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada laut. Gangguan impulsif tersebut terjadi akibat adanya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba dalam arah vertikal (Pond and Pickard, 1983) atau dalam arah horizontal (Tanioka and Satake, 1995). Perubahan tersebut disebabkan oleh tiga sumber utama, yaitu gempa tektonik, letusan gunung api, atau longsoran yang terjadi di dasar laut (Ward, 1982). Dari ketiga sumber tersebut, di Indonesia gempa merupakan penyebab utama (Puspito dan Triyoso, 1994).
Gelombang tsunami yang terjadi akibat deformasi di dasar laut memiliki karakteristik sebagai berikut:
•  Memiliki panjang gelombang sekitar 100-200 km atau lebih. 
•  Memiliki perioda 10-60 menit 
•  Kecepatan perambatan gelombang bergantung pada kedalaman dasar laut.
http://inatews.bmkg.go.id/images/kecepatan%2520tsunami.GIF
dimana : v = kecepatan gelombang ; g = percepatan gravitasi ; h = kedalaman laut
Gempa pembangkit tsunami biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
•  Lokasi episenter terletak di laut. 
•  Kedalaman pusat gempa relatif dangkal, kurang dari 70 km. 
•  Memiliki magnitudo besar M > 7.0 SR 
•  Mekanisme pensesarannya adalah sesar naik (thrusting 
fault) dan sesar turun (normal fault)

Pontensi Tsunami di Indonesia
Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap tsunami, terutama kepulauan yang berhadapan langsung dengan pertemuan lempeng Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik, antara lain Bagian Barat P. Sumatera, Selatan P. Jawa, Nusa Tenggara, Bagian Utara Papua, Sulawesi dan Maluku, sertahttp://cdncache1-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png Bagian Timur P. Kalimantan.
Mitigasi Tsunami
Pencegahan: 
·         Menyimpan alat pendeteksi gelombang tsunami (BOUY)
·         Membuat jalur evakuasi
·         Menerangkan kepada masyarakat tentang tanda-tanda datangnya tsunami
·         Sosialisasi
·         Pembuatan keputusan 
·         Peringatan dini
·         Membentuk pos-pos siaga bencana dan mengadakan penyuluhan

Daerah rawan tsunami:
·         pemukiman di pinggir pantai
·         di daerah rendah dekat pantai 

Dampak tsunami terhadap lingkungan alam dan sosial:
Korban tewas akibat tsunami biasanya terjadi akibat tenggelam,terseret arus,terkubur pasir,terhantam serpihan atau puing,dan lain-lain.Bentuk kerusakan lingkungan hidup di daerah yang  dilanda tsunami antara lain pencemaran air dan tanah, kerusakan dan kehancuran pemukiman,bangunan pantai,lahan pertanian,hutan,perkebunan,dan pertambakan.

Penyebab terjadinya tsunami:

Gelombang tsunami terjadi karena peristiwa alam yang menyebabkan berpindahnya massa air laut dalam jumlah besar.Letusan gunung api,gempa bumi di dasar laut,tanah longsor di dasar laut,runtuhan gunung api laut,derta jatuhnya meteor atau benda kosmis dilaut .Jika meteor yang jatuh ke laut berukuran besar, mega tsunami yang tingginya mencapai ratusan meter akan terjadi.


Read More